Pendapatan di sektor pajak Kabupaten Sarolangun turun Rp 15 miliar lebih pada 2017.

Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan akibat penurunan dana bagi hasil Pajak atau bagi hasil bukan pajak tersebut, berpengaruh pada angka belanja langsung tahun 2018.

Diketahui besaran dana belanja langsung tahun 2017 mencapai Rp 586,9 miliar lebih,  sementara pada 2018 mendatang dana belanja langsung dipatok pada angka Rp 585 miliar, atau turun Rp 1,9 miliar lebih.

"Dapat kami jelaskan bahwa,  hal ini (penurunan belanja langsung) terjadi disebabkan oleh berbagai faktor baik dari sisi pendapatan,  belanja maupun dari pembiayaan," katanya saat menyampaikan tanggapan dan jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi terhadap rancangan kebijakan umum anggaran (R-KUA) dan prioritas platform anggaran sementara (PPAS) anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2018, Saat rapat paripurna tingkat 1 tahap 3 DPRD Sarolangun, Jumat (17/11).

Selain penurunan sektor pajak,  lanjut Cek Endra,  peningkatan dana P2DK juga memengaruhi turunnya jumlah dana belanja langsung. Sebelumnya, Pemkab Sarolangun telah menjajikan pada masyarakat akan menaikkan dana P2DK secara bertahap, yang sebelumnya Rp 200juta akan meningkat hingga Rp 300 juta.

"Kita akan memenuhi janji visa misi untuk meningkatkan dana P2DK," katanya.

Cek Endra juga menyebut akan memberikan subsidi selisih harga produksi dengan harga jual air pada PDAM Tinta Sako Betuah pada 2018, namun ia tak menyebut berapa besaran subsidi selisih yang akan diberikan Pemkab Sarolangun.

Posting Komentar

Mohon tidak berkomentar yang menyinggu Suku - Agama - Ras - Antar Golongan. Segala isi komentar yang ditulis oleh pengguna (user) diluar tanggung jawab Radio Idola FM | Radionya Rang Tebo

 
Top